Label: , , , , , ,

memang dasar Na ini termasuk orang yang aneh, adaa saja yang Na pikirkan..

mau ikutan aneh seperti Na?

mungkin agak sedikit mendramatisir.. tapi.. this is the way i think..



Pernah melihat wajah Bapak Presiden Indonesia? yap, Pak Susilo Bambang Yudhoyono..
saat melihatnya lewat tayangan berita televisi, satu hal yang selalu Na ucap..
" Masya Allah.. Pak.. wajahmu kayanya lelah banget.. "
Lihat kantung matanya yang sangat membekas, rasanya beliau ga pernah lelap dalam tidurnya..
walaupun begitu, kalau mendengar Bapak ini sedang berpidato, tak pernah terlihat layu suaranya..

jika aku menjadi seorang presiden, apa yang aku lakukan?

sepertinya aku takkan bisa menahan kantuk-ku saat sedang berpidato..
sepertinya aku akan mengamuk besar jika aku sedang berpidato ada orang yang sibuk dengan urusan dirinya bahkan sampai tertidur..
sepertinya aku merasa sangat sedih saat rakyatku mencaci maki dan menginginkan kepergianku..

rasanya, jika aku menjadi seorang presiden seperti Pak SBY.. tak semudah seperti apa yang aku kira..


Pernah melihat berita tentang poligami? yap, suatu peristiwa yang selalu membuat orang heboh ini..
saat mendengarnya atau melihat dari televisi atau internet mengenai berita poligami, kebanyakan diantaranya adalah mengandung penghinaan bagi orang2 yang melakukan poligami

jika aku menjadi istri yang dimadu atau anak dari ayah yang berpoligami, apa yang aku lakukan?

mampukah aku melihat atau membaca tentang penghinaan orang2 pada suamiku?
sabarkah aku saat mengetahui akan keberadaan diriku sebagai anak hasil poligami ayahku?
apakah mereka yang menghina suami atau ayah ku karena poligami ini bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang?

rasanya, jika aku menjadi seorang istri dari suami yang berpoligami atau anak dari ayah yang berpoligami.. tak semudah seperti apa yang aku sering lakukan dengan bergidik atau memicingkan mata mendengar tentang berita poligami..


Pernah melihat mas-mas atau mba'2 yang suka menawarkan barang? yap, mereka yang sering mengetuk rumah kita sambil berkata, 'permisiiii... bu..pak..saya mau menawarkan barang..'
saat melihat mereka berdiri di depan rumah, satu hal yang sering terucap.. 'ck..mereka lagi..' sambil ngedumel dan keluar sambil sedikit bernada kesal dan berkata, 'maaf..ibunya lagi ga dirumah...'

jika aku menjadi tukang sales, apa yang aku lakukan?

sengatan terik matahari sering menghujam tubuhku saat aku diwajibkan mengetuk rumah orang untuk menawarkan barang
belum lagi dengan nada marah aku disambut bahkan terkadang digonggong oleh peliharaan mereka
kalau aku kembali dengan barang2 ini masih penuh dalam tasku, lengkaplah penderitaanku dengan suara teriakan atasanku dan kalau aku kembali dengan hasil yg seperti ini terus2an, aku bisa diberhentikan..

rasanya, jika aku menjadi tukang sales.. tak semudah seperti yang aku lakukan untuk mengetuk pintu rumah dan merasakan nikmatnya diterima di dalam rumah..


---

Aku berpikir, jika aku sering memikirkan keadaan2 'mereka'.. mungkin ini akan menambah keinginanku untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan padaku. Dan lagi, ntah mengapa aku ingin belajar merasakan hal yang sama dengan membalikkan keadaan.. 'jika aku menjadi dia'

Apakah iya aku masih saja menghujat, menjelek2an, memicingkan mata, berkeluh kesah dan segala perilaku jahat yang aku keluarkan baik yang disadari atau tidak, ketika bertemu dengan 'mereka' jika aku sudah merasakan apa yang mereka rasakan?

Jadi teringat dengan kisah Rasulullah SAW yang menunjukkan betapa mulia dan betapa baiknya Rasulullah SAW kepada semua orang tanpa terkecuali, bahkan terhadap orang Arab pegunungan. Disebutkan bahwa orang Arab pegunungan memiliki watak yang sangat kasar dan Rasulullah SAW adalah orang yang paling sering mereka hina. Ada satu orang Arab pegunungan yang sibuk mencari-cari Rasulullah SAW dan berkata bahwa ia ingin menghinanya di depan matanya. Kemudian tanpa disangka-sangka, Rasulullah SAW datang dari arah belakangnya dan mendekapnya dari belakang dengan penuh kehangatan..
(eh? bener ga kisahnya seperti ini? lupa2 inget nih.. tolong diperbaiki ya kalau Na salah..)

Pada intinya, Rasulullah SAW senantiasa bersikap baik pada semua orang dan inilah sikap yang seharusnya kita contoh

walaupun ga bisa persis seperti beliau, setidaknya ada keinginan untuk mencontohnya sudah baik..apalagi kalau sampai dipraktekkan dan kita ikhlas dengan apa yang terjadi setelahnya :D

memperbaiki diri lebih baik daripada memperbaiki orang lain karena belum tentu kita lebih baik dari orang yang ingin kita perbaiki sikapnya (istilah kerennya, 'ngaca dulu dooong')



Jadi..

apakah ada yang pernah merasa 'jika aku menjadi si itik yang aneh' ini?
(hoayah..mana ada Naaaaa!!!)


Baca Selengkapnya "jika aku menjadi"

Label: , , ,

menjelang akhir tahun kemarin, ada suatu hal yang amat Na resahkan..

apakah itu????

sudah tiga hari dari kemarin, kompi ini secara penuh dikuasai oleh ade Na. Alhasil, blog tertunda tetapi malah sempat membuat akun di fesbuk gara2 'ngiler' liat uni dan ade Na asik dengan fesbuknya.. ahahaha.. jadi seperti menelan ludah sendiri TT___TT

kembali ke masalah akhir tahun..

Beberapa hari yang lalu Na sempat sibuk bertanya pada orang2, 'apa rencanamu tahun depan?' dan kebanyakan diantara mereka sudah memiliki rencana yang matang. Hmm.. Na pun akhirnya kalang kabut mencari rencana Na sendiri

kegiatan yang aneh bukan, mencari rencana?? apa2-an ini???

saking bingungnya mencari rencana, otak ini jadi blank. Habis Na benar2 ga memiliki rencana yang 'hebat' seperti teman2 yang lainnya..

karena sudah lelah mencari rencana, akhirnya Na hanya berkeinginan untuk bermuhasabah ria dikamarku pada malam pergantian tahun baru kemarin.. tapi, keinginan tinggal-lah keinginan.. abangku yang lagi datang ke rumah, terpaksa tidur di kamarnya yang dulu (yg sekarang ditempati olehku) dan Na dengan terpaksa juga tidur di kamar Mamah bersama Mamah dan ade..

sebelum tidur Na sudah berniat untuk bangun malam. Ternyata Allah mendengar pinta Na. Na memang terbangun di malam hari, tetapi bukan untuk shalat melainkan terbangun karena suara batuk Mamah yang tidak berhenti2. Karena cemas, akhirnya Na membantu Mamah untuk mencari obat.. setelah mencari obat dan Mamah tertidur... aku pun... ikut tertidur...

bangun2, sudah terdengar adzan subuh..

Seharian ini, Na pergi bersama keluarga besar mengunjungi rumah sepupu yang sedang melaksanakan aqiqah. Selama perjalanan menuju kesana, berada disana dan perjalanan pulang kerumah, banyak hal yang Na pikirkan dan bukan lagi mencari si rencana.. melainkan keinginan untuk memperbaiki diri di tahun ini

tahun kemarin, Na benar2 mengalami banyak hal. dari hal yang amat memalukan dan begitu bodoh sampai hal 'dahsyat' yang sempat berpikir bahwa pada detik itu Allah akan mengambil nyawaku.

Tahun kemarin adalah tahun dimana Na mulai melangkah untuk berganti 'model' pakaian. Dari yang tadinya Na terbiasa memakai pakaian 'one-piece dan celana' sebagai pakaian kl lagi pergi menjadi pakaian gamis. Yang tadinya jilbab cuma 'se-iprit' jadi ga begitu 'se-iprit' lagi.. Alhamdulillah, mohon doa nya agar tetap istiqamah ya teman2..

Tahun kemarin juga adalah tahun dimana Na dipertemukan dengan banyak orang yang seolah2 mereka-lah yang merawat Na, bukan Na yang merawat mereka. Na banyak sekali mendapat pelajaran berharga dari orang2 yang pernah Na rawat. Rasanya senang sekaligus sedih.. senang karena Allah mengizinkan Na untuk belajar melalui mereka, sedih karena sekarang.. Na tak lagi bertemu mereka..

Di tahun kemarin pun adalah tahun dimana Na merasa Allah sedang memberikanku ujian dan cobaan. Terkadang Na merasa manisnya iman, tetapi setelah 'sedetik' lalai akan nikmat itu, Allah langsung menjatuhkanku hingga aku merasa manusia paling hina..

Sekarang bumi ga lagi berusia muda,
bumi yang kita pijak sudah sering 'sakit2an' karna penghuninya sering menyakitinya baik itu sengaja atau tidak..
dan kupikir (tentunya banyak orang lain yg berpikir seperti ini juga) yang dapat kita lakukan adalah.. memperbaiki diri kita sendiri dari hari ke hari

Saat mengingat itu, Na jadi teringat dengan hadits yang mengatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang hari ini lebih baik dari kemarin dan esok lebih baik dari hari ini (eh, bener ga? kalau salah tolong dibetulkan ya... )

Mungkin terlihat sepele tetapi ada makna yang luar biasa dibalik kata 'memperbaiki diri'. Bisa diambil contoh yang tadinya kita terbiasa membuang sampah sembarangan, lalu ada niat untuk memperbaiki diri dengan mengumpulkan sampah2 yang ingin dibuang sembarangan itu kedalam tas atau kantong (ahahaha, ini Na sekali.. ). Yah, intinya memperbaiki diri deh...

Jadi aneh ya postingan ini.. ngalor ngidul kemana2... (maafkan aku TT___TT)

disudahi aja deh, daripada makin aneh...

oh iya, sebelumnya Na ingin mengucapkan, mohon maaf lahir batin ya teman2. Maafkan segala kesalahan yang pernah Na lakukan baik itu disadari atau tidak. Maafkan Na juga karena selama berposting di tahun kemarin penuh dengan kata2 yang tidak baik dan kurang bermanfaat..
Semoga Allah membalas kebaikan teman2 dengan pahala berlipat ganda.. Amiin ya Allah..

last but not least..


SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1430 HIJRIAH.. ~~
semoga Allah mengizinkan kita untuk memperbaiki diri
menjadi manusia yang lebih baik dihadapan-Nya

Amiin ya Allah..



Baca Selengkapnya "tahun yang baru"

Label: , , , ,

Alhamdulillah, pada tanggal 22 Desember 2008 lalu, Mamah dan Abang-ku pulang ke tanah air dengan selamat..

Ada oleh-olehnya? tentu!!! inilah 'oleh2' nya~


Sudah merupakan kebiasaan dimana orang yang pulang haji membawa oleh2 untuk sanak saudaranya. Tak hanya sanak saudara, teman-teman, tetangga sampai orang yang tak dikenalpun dapat oleh-oleh.

Begitu juga yang dilakukan Mamahku. Beliau sudah meminta kami untuk berbelanja di brother land (a.k.a tanah abang) sebagai oleh2 haji. Loh? kok di tanah abang?? karena ternyata oleh2 disana itu jauh lebih muahal daripada yang disini. Sudah gitu, Mamah bilang pastinya Mamah akan panik kalau beli oleh2 disana.. (karena kebanyakan mikir, mo beli oleh2 buat siapa aja.. dan yang ada malah ga beli apa2 karna bingung..hihihi)

Akhirnya persediaan oleh2 pun sudah kami beli di tanah abang. Ada kurma, kacang pletekan, jagung arab dan jilbab. Yang kami beli sesuai dengan permintaan Mamah. Kami berpikir, oleh2 ini hanya untuk orang2 tertentu saja, karena ga mungkin semua orang dibagi..

Dan sesampainya Mamah di rumah, oleh2 itu mulai kami bagikan pada orang lain.. Satu persatu orang mulai datang berkunjung ke rumah melihat kondisi Mamah. Terlihat pancaran bahagia dari raut wajah Mamah saat dikunjungi oleh teman2nya. Walaupun Mamah lagi sakit dan lelah yang luar biasa, keadaan itu ditutupi Mamah sekuat tenaga..

Tak terasa akhirnya persediaan oleh2 ini menipis. Kami mulai kalang kabut karena tamu masih berdatangan. Kami mulai bertanya pada Mamah, " kenapa oleh2nya jadi buat semua yang datang ke rumah? ya ga bakalan cukuplah Mah.. udah Mah, Mamah jangan mikirin orang2 yang ga dapet oleh2, mereka pasti ngerti kl Mamah itu ga beli oleh2 yang banyak... "


Tanpa berpikir panjang, Mamah berucap..

" Ini semua salah Mamah yang ga pandai berbelanja, akhirnya persediaan kita tinggal sedikit. Mamah bukannya sibuk mikirin apa pendapat orang lain karna Mamah ga ngasih oleh2, tapi Mamah bersyukur karna bisa pulang dengan selamat dan senang bisa dikunjungi orang2. Mamah masih mampu untuk beli oleh2.. "

Kami yang tadinya berpikir kalau Mamah terlalu baik, akhirnya hanya menurut saja dengan perkataan Mamah..

Allah Ya Rabbi... Ternyata aku punya Mamah yang memiliki hati yang sangat baik.. T___T

Setelah aku merenungi kejadian ini, sepertinya ada 'sesuatu' yang bisa kupelajari..

Ternyata, untuk melakukan kebaikan itu harusnya kita melakukannya sampai batas yang kita MAMPU bukan sampai batas yang kita MAU. Jika Mamah hanya ingin melakukannya sampai batas yang beliau mau, tentunya Mamah ga akan meminta kami untuk berbelanja 'oleh2' lagi. Mamah bisa dengan mudahnya mengatakan, ' maaf ya bu, oleh2nya dah abis.. ' kepada orang2 yang datang berkunjung. Tapi karena Mamah merasa masih mampu, maka Mamah mengambil tindakan untuk membeli 'oleh2' lagi..

Jadi teringat kembali dengan kisahnya Fatimah az-zahra dengan keluarganya. Dimana mereka harus berpuasa dan berbuka hanya dengan air selama tiga hari berturut2 karena setiap mereka mendapatkan rezeki dari Allah berupa makanan untuk berbuka, ada pengemis yang kelaparan dan meminta untuk diberikan makanan yang mereka punya. Karena mereka merasa masih MAMPU untuk berbuka hanya dengan air, dengan ikhlas mereka memberikan makanan yang seharusnya menjadi makanan mereka untuk berbuka kepada pengemis tersebut..

Rasanya malu saat mengetahui kejadian 'mampu dan mau' ini..
Bagaimana tidak malu? semua ibadah yang kulakukan sampai saat ini barulah sebatas yang aku mau bukan yang aku mampu.

Dan tentunya, apa2 yang aku mampu lakukan sampai sekarang berkat pertolongan dari Allah semata.. bukan dari siapa2 ataupun dari diriku sendiri..



Ya Allah, berikanlah kami pertolongan..
Buatlah kami melakukan ibadah sampai batas yang kami mampu bukan yang kami mau..


Baca Selengkapnya "antara mampu dan mau"

Label: , , , ,

" was wes wos.. was wes wos.. "

Terdengar percakapan orang-orang yang baru pulang dari masjid setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah dari belakang pintu kamarku

Ah, senangnya mendengar langkah mereka. Langkah-langkah orang yang didoakan oleh para malaikat..

Salah satu kesenanganku sekarang adalah 'mengintip' atau 'mendengar' langkah orang2 yang baru pulang dari masjid setelah melaksanakan shalat berjamaah. Apalagi kamarku ini punya pintu samping yang langsung berhadapan dengan jalanan. Mau ga mau, setiap 'bunyi' langsung terdengar oleh kupingku

Paling nikmat itu mendengar langkah mereka sesudah pulang shalat subuh berjamaah. Ahahaha, kebiasaan yang aneh ya.. tapi ntah kenapa, aku sangat menyukainya. Saat suasana masih sunyi senyap.. hening.. lalu terdengar suara langkah mereka.. wah, kenikmatan yang luar biasa deh :D

Teringat dengan kisah Na sendiri saat masih kecil. Na bersama dua orang teman (yang rumahnya tetanggaan denganku) sangat menyenangi kegiatan shalat berjamaah di masjid yang letaknya di depan rumah. Biasanya kami shalat berjamaah di waktu maghrib. Lucunya, kami
selalu bersiap2 di pintu depan rumah saat2 menjelang adzan maghrib. Dan ketika adzan mulai berkumandang, wuuuuuuuuuuushhhhhhh !!! kami bertiga lari secepat kilat menuju masjid (ahaha, jadinya malah lomba dulu2an ke masjid ^^; )

Kegiatan shalat berjamaah ini lumayan lama loh kami tekuni. Sampai2 ada seorang ustadz yang menceritakan 'kisah 3 bocah perempuan yang selalu lari ke masjid saat adzan maghrib mulai berkumandang' kepada para jamaah (hihihi.. memalukan sekali..)

Sekarang kegiatan itu tak lagi dijalankan. Na gak lagi berlari ke masjid saat adzan maghrib berkumandang.. (karena sunnahnya, perempuan lebih baik shalat di rumahnya ^^). Sekarang Na hanya bisa menantikan orang2 yang melangkah (bukan berlari) menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah setiap adzan berkumandang...






Tak inginkah engkau datang ke rumah Allah sedangkan Allah sudah menyerumu?
Tak inginkah engkau mendapatkan doa dari para malaikat Allah?
Beratkah kakimu untuk melangkah menuju rumah Allah?

Berangkatlah wahai manusia..
Penuhilah panggilan Allah

Makmurkanlah rumah-rumah Allah

Semoga Allah meringankan beban kita dan mempermudah langkah kita
Amiin ya Allah..


Baca Selengkapnya "suara langkah yang dirindukan"

Label: , , , ,


Ngaku kenal sama keluarga sendiri? yakin? bagi yg merasa yakin, jangan baca postingan di bawah ini ya..


Sewaktu jaman kuliah dulu, ada salah satu dosen yang berkata,

" Kebanyakan masalah dirumah terjadi dikarenakan miss komunikasi dan penyebab terjadinya miss komunikasi karena kurang atau tidak adanya komunikasi yang terbuka antar keluarga "
Lanjut, dosen itu mengungkapkan berbagai contoh kejadian yang terjadi karena tidak adanya komunikasi yang terbuka ini, dan contoh yang paling mudah ditebak adalah, secara menyeluruh yang mengetahui rahasia pribadi kita bukanlah keluarga melainkan orang lain (baca: sahabat)

Anggukan super cepat langsung kulakukan seketika setelah mendengar penjelasan si Ibu. Bener, bener banget.. itulah aku, tipe orang yang lebih menyukai kejelekan sendiri diketahui oleh orang lain dibandingkan dengan keluarga sendiri. Lebih menyukai curhat tentang apa saja pada sahabat dibandingkan berbincang2 pada Mamah ataupun Papah. Intinya, aku lebih terbuka dengan orang lain dibandingkan dengan keluargaku sendiri

Awalnya sempat girang karena ternyata hampir seluruh teman kampusku memiliki sifat seperti ini, tapi saat mengetahui bahwa kita lebih terbuka pada orang lain daripada keluarga sendiri bisa membuat masalah di rumah.. rasanya jadi serba salah

Ada sahabatku yang berkata, " Iya sih, aku lebih sering curhat dengan oranglain dibanding sama Ibuku, habis kan malu.. tapi ada kalanya dimana cerita yang kuberikan hanya untuk Ibuku atau untuk sahabatku.. "

Lain lagi dengan ungkapan temanku yang berkata, " Hemm.. kayanya kita serumah cuek beibeh aja tuh, kaga ada yg pernah curhat2an tapi sampe sekarang okeh2 aja.. kaga pernah ada masalah di keluarga kita.. "


Apakah iya, dengan adanya komunikasi terbuka antar sesama keluarga mengurangi adanya masalah dalam keluarga? pikir dipikir.. iya juga sih. Ambil contoh kasus, misal anak yang kena narkoba. Ntah kenapa alasan utamanya dominan karena si anak termasuk dalam kasus broken home. Dulu, sampe jumpalitan aku mengartikan kata2 broken home, kukira rumahnya pecah.. kok ada hubungannya gitu sama narkoba? eh, setelah paham ternyata artinya di rumah itu terjadi perpecahan antara Ibu dan Ayah (baik itu cerai atau yg lainnya). Kalau pun ada komunikasi yang baik diantara Ibu dan Ayah termasuk anak mereka, mungkin bisa perpecahan itu bisa dihindari, karena satu sama lainnya saling mengungkapkan pendapat (tentunya disini juga diperlukan bagaimana cara mengungkapkan pendapat yang baik karena kl mengungkapkannya sambil marah2.. sama juga bolong dong ya..). Setelah komunikasi tersebut bisa berjalan dengan baik, stres pada anak dan mengarah pada hal negatif seperti melampiaskannya pada narkoba.. jadi bisa dihindari deh..

tentunya itu berkat pertolongan dari Allah (ya kan?)


Tunggu, kok aku jadi membahas masalah beginian sih??? bek tu topik ah!!

Saat ini, aku sangat ingin menyatukan hatiku dengan keluargaku. Pengen gitu, ga sedih sendirian.. ga bahagia sendirian.. ga susah sendirian.. dan tentunya, ga ingin sendirian. Kupikir, kami sekeluarga berasal dari 'sari pati' yang sama. Kami sedarah dan sedaging. Harusnya dengan adanya kesamaan yang luar biasa yang Allah ciptakan untuk kami ini, membuat kami satu hati ya. Tapi nyatanya.. tidak seperti apa yang kupikirkan.. walaupun kami hidup sedarah, sedaging dan seatap.. ternyata hati kami berjauhan (atau hanya aku yg merasa seperti ini??)

Padahal yang lebih hebat dari itu, kami ini kan satu iman ya. Bukankah seharusnya dengan satu iman itu kami memiliki hati yang saling menyatu?

Saat merasa 'jauh' seperti ini, aku jadi ingat dengan kisah2 para nabi yang berdakwah diawali dengan dakwah pada keluarganya. Keluarga merupakan orang terdekat bagi kita tapi ntah mengapa menjadi hal tersulit dalam hal untuk berdakwah. Tidak sedikit peran keluarga yang memegang suksesnya dakwah para nabi, lebih khusus peran istri-istri mereka. Saat istri2 mereka sudah mendukung sehingga mereka sudah satu hati, dengan izin Allah, maka perjuangan dakwah ke orang lain pun menjadi mudah. Kenapa bisa mudah? kalau kusimpulkan ya karena mereka sudah satu hati. Mereka sama2 mengalami penderitaan, kebahagiaan, kesulitan, kemudahan.. ya, intinya sama2 merasakan deh

Apa pendapatmu jika melihat keluarga dimana ayahnya adalah seorang pemabuk, ibunya adalah seorang penjudi, dan anaknya adalah seorang ustadz? atau dibalik, ayahnya seorang ustadz, ibunya seorang ustadzah dan anaknya adalah seorang pengedar ganja? wajarkah?

Padahal katanya nanti di akhirat, bisa main tarik-tarikan untuk ke neraka. Ketika sang anak akan dimasukkan ke dalam neraka lalu dia berkata bahwa orang tuanya tak pernah mengajarkan kebaikan satu pun kepadanya sehingga yang tadinya orangtuanya sudah menjadi penghuni surga ditarik untuk menemani anak mereka di dalam neraka.. (begitulah yang aku ingat, mohon diperbaiki ya kalau aku salah.. )

Kesimpulannya,

Aku masih merasa belum kenal dengan keluargaku karena aku merasa belum satu hati dengan mereka..



Ya Allah, kumohon akan pertolongan dari-Mu..
Satukanlah hati kami..



Baca Selengkapnya "satu hati"

Label: , , , , ,

Sebenarnya ini tulisan yang tertunda, tepatnya karna baru memahaminya sekarang. Dan sebelum membaca lebih lanjut, tulisan dibawah ini hanyalah hasil pemikiran saya sendiri. Jadi mohon dimaklumi karena pastinya banyak kesalahan dimana-mana..


Tanggal 8 desember 2008 lalu, Na berusaha mendengarkan dengan sungguh2 akan ceramah Idul Adha yang disampaikan oleh penceramah di masjid depan rumah. Ternyata ceramah yang disampaikan oleh pak ustadz lumayan menarik perhatian Na, tentang apakah itu??? sebenarnya sih ada tiga point, tapi yang paling diingat adalah point, bagaimana hidup sebagai istri yang sabar seperti istri Nabi Ibrahim a.s, Siti Hajar

Yang disampaikan oleh pak ustadz adalah kurang lebih seperti ini,

Kebanyakan para istri sekarang sudah melupakan jasa-jasa suami mereka. Hanya mementingkan kepentingan sendiri. Jika suami pulang tanpa membawa uang, marahlah mereka. Jika suami melarang mereka untuk pergi senang2, ngamuklah mereka. Para istri seakan-akan dibuat lupa dengan usaha suaminya yang bekerja keras demi mereka. Tak sepantasnya mereka bersikap seperti itu. Istri seharusnya sangat taat kepada suami. Apa yang dikatakan suami, itulah yang harus mereka kerjakan...

hanya itu yang Na ingat, oh..adalagi yang disampaikan. Pak ustadz menyampaikan tentang hadits.. ah, Na lupa lengkapnya, hanya ingat ada kata2, 'menjilat nanah suami' (ada yang tau?)

Setelah mendengar apa yang diucapkan pak ustadz, inilah pendapat Na,

Sangatlah betul apa yang diucapkan oleh pak ustadz itu. Walau Na belum menjadi seorang istri, tapi Na sudah melihat bukti dari kata2 yang disampaikan pak ustadz itu. Na ngga bisa menutup mata melihat tidak sedikit istri yang 'membangkang' sama suami mereka. Hal ini membuat Na sebagai seseorang yang jika Allah menghendaki, akan menduduki posisi sebagai seorang istri, jadi harap2 cemas. Karena yang Na lihat, ketika menjadi seorang istri itu tanggung jawabnya sungguh luar biasa dan tidak jarang kalau istri yang tidak mengetahui apa tugasnya, maka terbengkalai-lah semuanya.

Sudah seharusnya kita (para kaum hawa) mencontoh kesabaran yang dimiliki oleh Siti Hajar. Perjuangan beliau yang sungguh luar biasa rasanya sangat ingin Na contoh. Bagaimana tidak harus berjuang? Beliau baru dikaruniai anak ketika usianya terbilang cukup tua untuk memiliki anak. Ketika sudah memiliki anak, harus berjuang lagi untuk ditinggal oleh suami yang mendapatkan perintah dari Allah agar meninggalkan dirinya dan anaknya di padang gurun pasir tak bertuan. Tak ada orang, tak ada makanan dan minuman. Sepi, hanya ada mereka berdua dan Allah. Saat anaknya, Nabi Ismail a.s meronta-ronta kehausan, Ia harus berlari-lari kesana dan kemari mencari air. Bukan lari yang biasa, tetapi lari yang harus mendaki dua bukit selama berkali-kali. Saat itu Siti Hajar lupa bahwa sesungguhnya hanya Allah yang Maha Memberikan Rezeki. Air tak dapat dicari jika Allah tak menghendaki. Setelah Siti Hajar menyadari akan kekhilafannya, maka Siti Hajar pun berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah untuk memberikannya air dan makanan yang cukup bagi dirinya dan anaknya. Setelah itu, Allah mengabulkan doa nya dengan memberikan air zam-zam dan pohon kurma

(itu kisah yang Na inget, lebih lengkapnya lagi.. intip didalam Al-Qur'an masing2 yaa :D )

Satu hal yang membuat Na takjub dengan Siti Hajar. Betapa taatnya ia dengan perintah suaminya. Bayangin aja, diminta untuk ditinggal gitu.. jaman sekarang apa iya ada yg mau ditinggal suaminya? ditinggal pergi kerja (dinas di luar kota) selama beberapa hari aja dah manyun apalagi ini, ditinggal untuk menjalankan perintah Allah?
Mungkin kalau ditinggal pergi untuk alasan kerja, masih dimaklumi karena itu untuk menjalankan perintah atasan suami, sudah gitu.. itu pun juga untuk kebaikan dirinya dan suami (baca: untuk mendapatkan uang). Tapi Siti Hajar kan ditinggal pergi bukan karena Nabi Ibrahim a.s mau pergi kerja, melainkan karena beliau mendapatkan perintah dari Allah untuk pergi berdakwah.. sudah gitu Siti Hajar juga ngga tanya ini itu. Beliau ngga protes, ngga bilang, " Enak aja saya ditinggal berdua tanpa persediaan apa2, trus saya mau makan apa?? ". Ketika Siti Hajar mengetahui bahwa suaminya mendapatkan perintah langsung dari atasannya yaitu dari Allah SWT, ia pun langsung taat..

Subhanallah.. siapa ngga pengen jadi istri yang taat kaya gitu.

Lagi-lagi Na memiliki pendapat yang cukup aneh dan kemungkinan besar ini karena Na belum menjadi seorang istri, jadi pandai-lah saya untuk berceloteh~

Kalau ditanya pendapat Na, ntah mengapa Na sangat ingin merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh Siti Hajar. Mungkin (inget, mungkin ya..), Na akan menjawab.. " Silakan Mas, kalau Mas mau pergi untuk menjalankan dakwah. Titipkan saya pada Allah semata, Insya Allah semua kebutuhan akan terpenuhi karena hanya Allah yang mampu memenuhi kebutuhan saya, insya Allah " kepada suami Na yang mungkin akan pergi meninggalkan Na untuk menjalankan dakwah. Na mungkin akan 'berisik' jika nantinya suami Na lebih konsentrasi sama 'dunia' bukan 'akhirat'. Na mungkin akan memintanya untuk berperilaku seperti Rasulullah SAW. Na mungkin akan merengek jika kehidupan kami sepi dari sunnah. Na mungkin akan memaksanya untuk selalu shalat di masjid. Na mungkin akan mengatakan, ' jangan manjakan saya dengan uang dan perhiasan karena kedua hal itu bisa membuat saya lalai padamu dan lalai pada Allah'

Dan kemungkinan2 lainnya yang sudah ada dibenak pikiran Na selama ini..

Apakah pertanda Na sudah siap menikah?

Ah.. pikiran yang melambung~ tapi.. boleh-lah itu jadi cita-cita saya..

Na ingin merasakan saat Na bermunajat pada Allah dan hanya bergantung kepada Allah. Ingin merasakan betapa nikmatnya saat menjalankan ketaatan istri kepada suaminya. Dan yang paling utama, ingin mendapatkan ridho Allah.. insya Allah

Sedihnya saat ceramah lalu, jarang ada yang mengungkit tentang ketaatan dan kesabaran dari Siti Hajar dibalik makna ' Idul Adha' yang kita rayakan. Padahal mayoritas dari kita adalah wanita yang seharusnya dan sewajarnya mengikuti jejak para istri Rasulullah dan para shahabiyah..



Ya Allah, semoga ini menjadi bukti nyata bagiku dan bagi-Mu bahwa aku berniat untuk mengikuti jejak mereka.. jejak para bidadari di surga-Mu

Ya Allah, permudahkanlah langkah kami untuk mengikuti jejak mereka. Berikanlah kami ketabahan, berikanlah kami kemudahan, berikanlah kami pemahaman yang baik bagaimana menjadi istri yang baik bagi suami kami (eh, tapi saya belum jadi istri.. yah..calon istri deh..)

Ya Allah, ingatkanlah pada kami bahwa dunia ini adalah fana dan akhirat itu nyata. Kesenangan yang kami dapat di dunia takkan pernah melebihi nikmatnya kesenangan yang kami dapat di akhirat nanti

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai penghuni surga-Mu dan bukan sebagai penghuni neraka-Mu..

Amiin ya Allah..
Baca Selengkapnya "keinginan itik~"

Label: , , ,


rasanya berat untuk melihat lima tahun itu menjadi tumpukan kertas..
for all those years.. this is the time to say..
good bye~


Salah satu keadaan yang Na sukai sekaligus tidak terlalu menyukainya adalah memasukkan barang2 yang sudah tak terpakai ke dalam dus2 dan ditumpuk untuk dikasih ke orang yang membutuhkan (baca: tukang kardus/kertas/apa pun itu). Suka nya karena saya suka bersih2, kurang menyukainya karna kalau lagi bersih2 muka saya jadi gatel2~

Pagi ini Na mulai membongkar dan menyusun kembali buku2 dan diktat2 masa penjajahan doeloe (aih..berlebihan sekali sayaa~). Dari jamannya Na masih jadi anak maba (mahasiswa baru) sampe terakhir jadi tukang rawat di rumah sakit pendidikan.. wuih, ternyata.. tumpukannya jadi segambreng nan menggunung! Satu persatu Na susun lagi untuk dimasukkan kedalam box besar (karena saya belum tega untuk membuang 'kertas2' itu). Subhanallah.. dari kertas2 inilah Na akhirnya bisa jadi lulusan perawat (yang saat ini sedang 'berdiam' diri dirumah :D ). Saking terpesonanya sama 'kertas2' itu, mata ini sempat buram.. habis, ditiap buku dan diktat itu ada kenangannya. Kebetulan Na ini orang yang sering corat-coret dimana2, jadi kebanyakan buku2 dan diktat Na itu ada sisa jejak coretannya ^^;

Saat melihat coretan2 itu, Na jadi flash back ke masa jadul. Masa dimana Na sering sekali berceloteh betapa bosannya mendengar dosen sedang menerangkan kuliah.. betapa laparnya perut saya sehingga suara 'perut' saya ikut berceloteh.. oh, ada juga loh tulisan2 dari temen2 sebelah saya. Dulu, pernah main surat2-an ga sama temen sebangkunya? Yap, kebanyakan isi diktat saya itu juga dipenuhi sama tulisan surat2-an itu.. ahahaha~ sudah gitu isi suratnya ga penting juga, malah nulis, "Eh, ga ngerti nih si Ibu ngomong apaan.. " "Sama, dah gitu perut keroncongan banget..makin ngga ngerti deh.." dan bla bla bla bla.. tiba2 tulisan celoteh kami jadi diktat.. hihihihi, diktat dalam diktat deh :D

Jadi ingat, kalau lagi mau ujian biasanya Na dan temen2 sibuk ngumpulin diktat2. Pokoknya semuanya harus ada tanpa terkecuali (padahal dibaca semua juga ngga), tapi hanya merasa 'aman' aja kl punya semua diktat. Lalu malamnya, suasana kamar yang tenang dan rapi berubah jadi suasana perang dunia ke-empat. Semua diktat digelar kaya mau jualan. Dah ga ada lagi ruangan untuk berpijak. Padahal, lagi-lagi ga semua diktat itu terbaca. Yang penting digelar deh! ahaha.. hebat bener ya saya..

Oh iya, akhirnya Na menemukan buku gambar Na yang dulu! (Na dulu sangat suka menggambar..walaupun gambarnya masih acakadut sih). Huaaa.. rindu sekali dengan gambar2 itu. Kebanyakan gambarnya seperti gambar anime2-an dan chibi2. Setelah diperhatikan lagi, ternyata dulu Na sangat suka menggambarkan kejadian atau perasaan itu lewat gambar. Seolah2 buku gambar itu jadi diary. Tiap gambar pasti ada keterangannya. Dan kebanyakan keterangannya itu tentang.. duh, malu.. tentang orang yang disukainya.. hihihi

Lalu, Na juga menemukan setumpuk kertas hasil riset Na. Ya Allah.. buanyak banget kertasnya!! dan sekarang mau ga mau dikasih ke pemulung agar bisa mereka gunakan lagi (aaah, padahal dulu ngerjain riset itu sampe tumpah air mata inii TT__TT). Seandainya kertas2 itu bisa bicara mungkin mereka akan berkata, " Heeey.. kau sudah banyak mengeluarkan uang, tenaga dan pikiran untuk menghasilkan saya! sekarang saya hanya jadi sampah begini??!!"

Hiks.. maafkan aku kertas..

Setelah dipikir2 lagi, Na jadi merasa boros sekali. Selama lima tahun Na sekolah menggunakan uang Mamah-Papah untuk membeli buku2 dan kertas2, dan sekarang berakhir pada tukang pemulung?? Na ga tau apakah tindakan 'membuang' ini benar atau salah, abis mau diapain lagi? kalaupun disimpan cuma bikin sumpek rumah (dibaca pun juga ngga), bukannya lebih baik dikasih ke mereka yang membutuhkan?

Tapi gimana ya perasaan Na saat melihat kertas yang digunakan untuk membungkus nasi uduk atau gorengan bertuliskan, " Nama: Marina Eliza, Judul riset: Perbandingan..blablablabla.. "
Rada malu dan sedih kali ya.. (mungkin saat mengetahui bahwa kertas yg dijadikan pembungkus itu adalah dari saya, saya akan bilang ke Ibu penjualnya.. "Bu..bu.. ini kan kertas saya yang dulu..nih ada nama saya.." )

Memang, di dunia ini ga ada yang bisa kita miliki.. terkecuali ilmu yang berguna kali ya :D

Yah, tak apalah hasil lima tahun itu harus diberikan pada tukang pemulung. Semoga bisa menjadi manfaat bagi mereka, insya Allah. Dan, semoga ilmu yang sudah Na dapat selama lima tahun kemarin tak berakhir di recycle bin, karna katanya di akhirat nanti.. Allah akan meminta pertanggung jawaban akan ilmu yang didapat di dunia

Dadaah kertas.. terimakasih sudah mau menjadi temanku yang setia ^__^


Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah..
ternyata saya sudah banyak diberikan ilmu yang bermanfaat! Semoga ilmu ini bisa saya gunakan untuk kepentingan di dunia dan akhirat nanti.. amiin ya Allah

Baca Selengkapnya "for all those years"

Label: , , ,

belakangan ini, kenapa Na jadi sering berpikir ya?


Ada yang tau surat At-Tiin? atau hapal dengan surat tersebut?

Beberapa bulan yang lalu, saat Allah memberikan Na ujian yang lumayan dahsyat bagi Na, ntah mengapa tiba-tiba saja surat At-Tiin menjadi salah satu surat favorit saya. Sebenarnya sih karena di bagian akhir surat ada ayat yang mengatakan, " Bukankah Allah adalah hakim yang seadil-adilnya? "

Sedikit ngga nyambung dengan pengertian secara menyeluruh dari surat At-Tiin dan kebetulan memang Na masih bodoh untuk memahami makna tiap-tiap ayat Allah. Na mengira surat itu bisa dijadikan 'tameng' saat Na merasa disakiti oleh orang lain (ahaha.. paham yang aneh). Ketika ujian itu datang, dimana Na benar-benar merasa tersakiti oleh seseorang.. Na ga tau lagi harus bagaimana, akhirnya Na 'comot' aja salah satu surat Al-Qur'an untuk meredakan hatiku yang sakit itu (hiks..). Lagi-lagi dengan kebodohan yang luar biasa ini, Na menganggap bahwa arti dari ayat " Bukankah Allah adalah hakim yang seadil-adilnya? " tak lain adalah Allah adalah hakim yang paling adil. Saat Na merasa tersakiti itu, Na ga bisa membalas rasa sakit yang Na derita sehingga Na melemparkannya kepada Allah, seolah-olah berkata pada orang itu.. " Biarlah aku disakiti dan aku takkan bisa menghukum-mu karna tindakanmu. Hanya Allah yang bisa menghukum-mu karena Allah adalah hakim yang seadil-adilnya.. "

Setelah dipikir-pikir lagi, kok Na malah jadi merasa jahat ya sama orang itu? padahal kalau Na ngga merasa disakiti, Allah pasti ngga menghukum orang itu (tapi Na sudah terlanjur berdoa seperti itu.. Ya Allah, ampunilah segala kesalahannya.. ). Eh tapi belum tentu juga ya doa Na didengar Allah.. yah semoga Allah tidak jadi menghukum orang itu.. kasihan.. karena sebenarnya dengan adanya kejadian Na merasa disakiti akhirnya Na berusaha mengembalikan perasaan yang sakit ini pada Allah.

Ga nyambung kan? tapi kejadian ini terus membuat Na berpikir sampai sekarang ^^;

Lalu sekarang, lagi-lagi Na melakukan kegiatan yang sama. Tiba-tiba saja ada ayat yang menjadi favorit dalam bacaan shalat Na. Ada yang tau dengan ayat-ayat terakhir dari surat Al-Baqarah? yang ada arti, " Kami dengar dan kami taat" ??

Saat Na merasa lemah pada beberapa hari yang lalu, tercetuslah keinginan untuk membaca ayat ini dan mengulang-ulangnya dalam bacaan shalat. Na yang lagi merasa bimbang dengan keadaan 'perasaan', rasanya ingin mengungkapkan keluh kesahku lewat ayat itu pada Allah. Sebenarnya sih ingin menyadarkan diri, bahwa saat Na menghadapi kebenaran dan itu datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, harusnya Na bersikap " kami dengar dan kami taat". Bukan sebaliknya, " kami dengar tetapi kami tidak taat"

Kalau mau mengungkitnya lagi, sesungguhnya sangat teriris hati ini saat mengetahui bahwa hati ini harusnya diisi hanya oleh Allah dan bukan yang lainnya. Secara gitu, saya hanyalah makhluk bodoh dimana saya belum bisa menata dan me-manage hati saya. Berat rasanya saat mendengar bahwa takkan bisa hati ini jatuh cinta pada Allah jika letak Allah belum di hati. Terus menerus hal-hal yang ga penting lainnya jadi masuk dalam hati saya dan secara tidak disadari tak ada ruang lagi untuk Allah dan Rasul-Nya dalam hati saya.

Saking inginnya memasukkan Allah ke dalam hati ini, terkadang Na suka berantem dengan perasaan Na sendiri. Saat Na merasa sakit hati, seolah-olah ada yang mengingatkan.. " Hey, kalau Allah yang ada di hati.. tentunya Allah takkan merasa sakit hati! sesungguhnya hanya nafsu-lah yang membuatmu sakit hati " dan di sisi lain ada yang mengompori .. " Ya iyalah, wajar aja kalau kamu sakit hati! siapa yg ga sakit hati kalo digituin??? "

Aaaaah.. baik dan buruk nya suka berantem!! Na tau, bukan seperti inilah yang seharusnya terjadi. Jika Na bisa mengaplikasikan arti " kami dengar dan kami taat", sudah tak ada lagi perdebatan dalam hati Na saat mengetahui akan kewajiban-kewajiban, larangan, sunnah-sunnah dan semuanya yang berasal dari Allah dan Rasulullah SAW. Tak ada lagi kata 'tapi' saat mengetahui kebenaran.. dan kebenaran bukanlah sesuatu yang pahit, karena Allah SWT sudah mengkondisikan sebaik mungkin bahwa kebenaran itu adalah hal yang paling baik bagi makhluk-Nya


Masya Allah.. Masya Allah..

Mungkin Allah menginginkan Na agar lebih peka lagi terhadap keadaan sekitar. Dan mungkin Allah menginginkan agar Na lebih mengasah otak ini agar senantiasa berpikir..

Ya Allah, berilah kami ilmu yang baik dan paham yang benar..


kalau masalah 'sepele' begini aja sudah pusing
bagaimana dengan Baginda Rasulullah SAW yang memikirkan seluruh umatnya ya?
Baca Selengkapnya "think..think..think.."

Label: , , , , ,

sebelum dibaca, saya beri peringatan terlebih dahulu..
tulisan dibawah hanya lah tulisan 'oleh-oleh' perjalanan saya dari Bandung..
jadi ga begitu bermanfaat kalau mau dibaca ^^;;


Alhamdulillah, hari sabtu kemarin (13 Desember 2008) Na beserta keluarga (Uni-suami&anak; ade'ku, saudariku&abangnya) pergi jalan-jalan ke daerah pelosok di sekitar selatan Bandung. Niatan awal yaitu pergi ke kawah putih, silaturahmi dengan saudaranya Papah yang ada di Bandung, habis itu langsung ikutan acara matsuri di Ciwalk). Karena akan pergi seharian, kami harus berangkat pagi-pagi (sekaligus menghindari kemacetan) dan jadilah kami berangkat dari Jakarta menuju Bandung sekitar pukul 05.30 a.m

[ mobil yang membawa kami ke Bandung dipenuhi dengan buanyak makanan! dari nasi, mie goreng telur, otak-otak, ikan bilis (?), jeruk, susu, dan ga ketinggalan.. dus aqua.. hihihi..piknik beneran deh ^^; ]


Tempat pemberhentian pertama adalah, kawah putih-Ciwidey (sekitar pukul 09.00 a.m). Subhanallah, hal yang pertama terpikirkan oleh Na adalah.. " Hwiiiiiiiii~~ ini ase alaminya lebih pol dari ase beneraaan!!!!! ". Yap, disana duingiiiinn buanget!!. Alhamdulillah, Na sudah bersedia antisipasi si dingin dengan memakai gamis agak tebal dan memakai jilbab hitam supaya bisa menyerap panas (jadi ga usah pake jaket lagi..hehe)

Saat melirik jam hape.. waaaagh.. hape-ku lowbaaat!!! (keadaan yang kurang disukai TT___TT). Alhasil hapeku harus ku-mati-hidupkan supaya menyisakan sedikit baterei untuk foto-foto pemandangan. Dan hanya ini foto yang bisa ku-jepret dari hapeku ini..




Ini bukanlah kawah pertama yang Na kunjungi, melainkan kawah kedua. Kawah pertama yang Na kunjungi adalah kawah Ratu (tepatnya di daerah Bogor, ntah dimananya Bogor). Jadi saat melihat si kawah ga begitu takjub lagi. Cuma ada satu hal yang buat Na terkesima, yaitu.. air yang ada di kawah tersebut. Warna nya hijau tosca (beginikah tulisannya?). Indah sekali.. Na sampai membayangkan, apakah telaga air Rasulullah SAW seperti ini ya? ah.. pastinya lebih indah lagi..

Ketika sedang terkesima dengan hasil ciptaan Allah (sekaligus mengabadikannya ke dalam hape), tidak sengaja Na melihat beberapa orang yang ikut berkunjung ke kawah ini. Sangat disayangkan, kebanyakan dari mereka mengagumi hasil ciptaan Allah dengan tertawa-tawa dan saling bersenda gurau. Na juga melihat beberapa pasang kekasih yang sibuk 'jeprat-jepret' di sini. Sayang ya..

Ah, daripada saya sibuk melihat mereka, lebih baik saya memperhatikan diri saya sendiri yang sudah mulai merasa mual dan pusing karena efek belerang dari si kawah. Setelah puas berfoto-foto, kami pun akhirnya kembali ke mobil.. dan melanjutkan perjalanan~


Tempat pemberhentian kedua adalah, penangkaran rusa (sekitar pukul 10.45 a.m). Tempatnya ga begitu jauh dari kawah putih. Dari nama tempatnya, Na mengira rusa yang dirawat ada banyaak dan berseliweran (ntah mengapa anggapan Na seperti ke kebun binatang). Padahal nyatanya, rusa-rusa itu hanya ada lima ekor. Empat jantan dan satu betina (disini Na baru menyadari bahwa kalau rusa jantan itu bertanduk sedangkan yang betina tak bertanduk..ahahaa...bodohnya saya TT___TT). Tempat penangkarannya besar deh, tapi entah kenapa, para rusa hanya mau duduk berdiam diri jauh dari tempat kami melihat (untuk melihat para rusa, kami diminta untuk naik ke atas panggung yang atapnya rendah sekali, sampai ada yang kejeduk ^^; )




Subhanallah, baru kali itu Na melihat rupa rusa liar. Yang jantan (dan sepertinya ia adalah ketua dari grup rusa-rusa itu) tanduknya besaaar dan tinggi sekali. Badannya tegap dan terlihat sangat berwibawa. Mata kami sempat saling beradu. Saat saling beradu, Na berpikir dan bertanya dalam hati.. ' Pak rusa, apakah saat ini bapak lagi bertasbih memuji Allah? ajarkan saya pak.. '

Ya, ketika Na mengetahui bahwa alam semesta ini juga bertasbih memuji Allah, Na hanya bisa berdiam diri dan memikirkan bagaimana cara mereka bertasbih. Jadi teringat dengan kisah Aisyah r.a yang ingin menjadi batu karena ia mengetahui bahwa bahkan batu yang makhluk mati pun senantiasa bertasbih memuji Allah..

Karena hati saya dan hati pak rusa belum bersatu, akhirnya kami ga saling bertaut (ya iyalah Na..ngaco ah). Setelah puas bertatap-tatap ria dengan para rusa dan mengabadikan pemandangan sekitar ke dalam kamera hape, kami melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lainnya~

Pemberhentian ketiga adalah Situ Patenggang (sekitar pukul 11.00 a.m). Jalanan menuju Situ Patenggang dipenuhi dengan hamparan hijau kebun teh. Subhanallah, lagi-lagi dibuat takjub dengan hasil ciptaan Allah. Perkebunan teh nya cantik sekali. Tersusun rapi dan kalau dilihat lagi.. seperti permadani rumput yang dibentangkan Allah di gunung-gunung itu. Saat memandanginya, lagi-lagi pikiranku melalang buana.. Na jadi memikirkan, bagaimana kah bentuk permadani yang disediakan Allah untuk para penghuni surga? tentunya jauh lebih indah dari 'permadani' yang kulihat itu ya..
Sesampainya di Situ Patenggang, kami tak bisa turun karna hujan turun agak lebat. Kami hanya bisa melepas lelah sejenak di dalam mobil sambil menikmati bandrek yang sangat amat menohok itu. Subhanallah... bandrek yang kusruput benar-benar pedes dan membuat air mataku berlinang menahan pedesnya (FYI, ternyata campuran bandrek itu ada merica nya juga loh.. pantesan pedes TT__TT)

Saat meminum bandrek, tercetus pikiran.. kenapa orang-orang yang ada di gunung (maksud Na orang luar Negeri) lebih menyukai alkohol sebagai penghangat badan daripada bandrek ya? eh..tapi kan mereka ga tau bandrek ya.. hmm... ternyata pikiran saya masih ngaco juga..
Karena pikiranku sangat amat tertuju pada bandrek, akhirnya pemandangan di situ patenggang berlalu begitu saja.. (hiks.. maaf ya TT___TT)

Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Kami harus bergegas kembali sekaligus mencari tempat peristirahatan yang nyaman (sekalian melaksanakan shalat dzuhur). Akhirnya pemberhentian ke empat adalah ke kampung Pago. Disini.. Allah berkehendak agar saya bertemu dengan salah satu buah yang amat... amat.. ntahlah.. pokoknya yang paling amat! tak lain ia adalah... buah durian..


oh duren..mengapa kau begitu membuatku..


Saking kagetnya (padahal belum turun mobil, baru lihat dari jendela), Na sudah berteriak ngga jelas.. 'U..Uaaa.. i..itu...d..du..reen..' dan.. karena seisi mobil adalah pecinta duren, seketika turun dari mobil mereka bergegas mencari pohon tersebut dan langsung berfoto-foto ria bersama si pohon duren.. hii...saya hanya mampu senyum menyeringis saat ditawari foto bersama si duren

Sehabis shalat dan makan, kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Tapi nyangkut dulu ke toko brownies dan rumah baju (eh..kok kayanya ada yg salah..apa ya..). Oh iya, ada adegan unik dan luar biasa saat di rumah ini. Saya dan Mari 'diguyur' sama dua bocah laki-laki yang asik 'ngobak' di kolam ikan. Ahahahaha.. ntahlah.. sepertinya ini kesalahan saya yang melarang mereka memberi makan ikan yang ada di kolam dengan daun ^^; (maaf ya Ri, jadi ikutan disiram juga TT___TT)

Sekitar pukul 17.00 kami pamitan dengan Bandung menuju Jakarta. Selama perjalanan pulang, kepalaku mulai berdenyut hebat lagi. Berniat mengalihkan perhatian dengan rasa sakit itu, aku lihat pemandangan sekeliling yang mulai gelap. Langit pun mulai menghitam dan hujan mulai turun dengan deras...

Awalnya sih biasa aja, tapi saat aku bergumam.. ' Ya Allah, aku takut Engkau murka...'

Jusssssssssssss....

Ga diluar doang yang hujan tapi di dalam juga ikut hujan..

Ntahlah, saat melihat langit yang hitam dan pemandangan yang gelap karena hari sudah malam.. aku jadi terbayang saat hari kiamat datang. Nangisnya karena takut saat itu benar-benar terjadi kiamat sedangkan kami belum menunaikan shalat maghrib (sedangkan waktu maghrib sudah berlalu dan kami masih belum menemukan tempat untuk shalat)

Alhamdulillah.. Allah masih mengizinkan kami untuk melaksanakan shalat maghrib di salah satu tempat pemberhentian tol Bandung - Jakarta

Sekitar pukul 20.00 malam kami sampai di rumah dengan selamat~

Begitulah perjalanan kami,

Ternyata, Na harus pandai-pandai lagi melihat alam sekitar. Ga hanya sekedar untuk dinikmati aja.. tetapi lebih memaknai arti betapa Allah sungguh mencintai manusia karena sudah menciptakan alam semesta ini untuk kita.. mungkin dengan begitu.. jadi hamba Allah yang pandai bersyukur.. insya Allah.. amiin ya Allah


bagi yang membaca, Na mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tulisannya lompat kesana kemari tak ada arahan.. maklum.. masih pemula kl nulis kisah perjalanan ^^;


Baca Selengkapnya "journey to the south of Bandung"

Label: , , ,

kalo liat cewe-cewe bule pake pakaian yang cuma 'dua helai' itu kok biasa ya?
sedangkan kalo liat orang indonesia yang dekil pake gituan.. ih.. males ngeliatnya


Selama Na mengurangi jatah Na untuk duduk di depan kompi ini mengakibatkan aktivitas 'sisa' Na yang lainnya yaitu banyak luang untuk nonton tipi. Dari dulu sampai sekarang tak ada yang berubah ya dari tayangan-tayangan yang ada di tipi. Yang ada malah makin serem ngeliatnya, tapi karna di 'sodor' in terus-terusan.. akhirnya jadi biasa~

Yap, inilah yang terkadang (baca: sering) membuat Na merem melek liat tipi. Sesuatu yang seharusnya tidak biasa kulihat, tetapi karna sering ditampilkan akhirnya jadi terbiasa.

Apakah ada yang setuju dengan kalimat pernyataan di atas?

Kata-kata di atas jadi sering Na dengar belakangan ini. Mengerikan.. benar-benar mengerikan. Banyak laki-laki yang terbiasa dengan melihat pemandangan yang seharusnya tak boleh ia lihat (dan yang lebih menakutkannya lagi, mereka menikmatinya TT___TT). Na jadi berpikir, kok jadi begini sih??? kenapa itu dianggap biasa?? dan melihat wanita-wanita yang berpakaian menutup aurat dengan sempurna atau melihat wanita bercadar malah bergidik dan ketakutan??? Ya Allah.. maafkanlah kami..

Semakin melirik tontonan yang ada di tipi makin membuat Na tersayat-sayat dan malu. Soalnya banyak banget adegan yang ga pantes ditonton sama anak-anak.. ah.. takkan ada habisnya membahas hal ini.. yang ada malah merasa diri Na paling benar dan jadinya malah menghujat sana sini.. Astaghfirullah..

Mungkin secara tidak sadar, banyak hal yang tadinya tak biasa menjadi terbiasa. Contohnya seperti melihat aurat yang bukan mahramnya. Ga laki-laki aja, yang wanita pun juga gitu. Yang laki-laki jadi terbiasa melihat wanita yang berpakaian global warming (baca: bahan pakaiannya abis.. jadi cuma pakai ala kadarnya..), dan yang wanita jadi terbiasa melihat aurat laki-laki.

Kemarin Na juga sempat dikejutkan dengan kabar bahwa anak kecil yang tinggal disampingku, sudah mulai 'genit' (padahal ia baru kelas 2 SD) dan orangtuanya membiarkannya dengan mengatakan, ' biasa.. korban sinetron... '

Dan masih banyak contoh kasus lainnya dimana Na sendiri terkadang ikut terbiasa akan hal yang tadinya Na tidak biasa dengan hal itu..

Astaghfirullahal 'adziiim....

Yuk teman-teman, jangan jadikan hal yang buruk sebagai kebiasaan kita. Kita belajar bareng-bareng menahan hawa nafsu. Saat melihat ada wanita yang bukan mahramnya tidak menutup auratnya, jangan dibiasakan untuk memandangnya (yang auratnya tertutup juga jangan dilihat semena-mena >_<). Saat mendengar ada orang yang sedang bergosip, jangan dibiasakan untuk mendengar dan ikut di dalamnya (lebih baik kita menghentikan gosip itu dengan perkataan yang baik). Saat mengetahui bahwa tindakan yang sedang kita lakukan adalah tidak sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, lawanlah diri kita sekuat tenaga untuk menghentikannya. Dan sebanyak mungkin kita berdoa memohon perlindungan dari Allah agar terhindar dari perilaku yang membuat Allah murka.. Amiin ya Allah


Mungkin begini ya kalau hidup jauh dari sunnah Rasulullah SAW..
Baca Selengkapnya "terbiasa dengan hal yang tak biasa"

Label: , , ,

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS. Yunus: 107)


Belakangan ini Na merasa semakin terombang-ambing dengan perasaan Na. Lagi-lagi perasaan ini 'bermain' dengan senangnya. Tentunya bukan si hati-lah yang sedang 'bermain' melainkan Allah telah berkehendak agar Na merasa seperti itu.

Tak bisa ditutup-tutupi, tapi memang Na akui.. paling ngga enak kalau memikirkan masalah 'perasaan'. Ntah kenapa tak ada ujungnya dan mentok2 Na akan menangis TT____TT

Semalam saat tak bisa tidur, tiba-tiba saja teringat dengan beberapa ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang kehendak Allah dan salah satunya adalah surat Yunus ayat 107 (di atas). Allah sudah berkehendak membuat Na ga bisa tidur, Allah juga sudah berkehendak supaya Na merenung.. dan Allah juga sudah berkehendak membuat saya tidak mau sahur (Ya Allah, maafkan aku TT____TT)

Segala kebaikan dan keburukan yang terjadi padaku adalah sesuai kehendak Allah. Tidak hanya padaku, tetapi kepada seluruh makhluk ciptaan Allah.

Seharusnya apa yang Allah kehendaki untuk Na, itulah yang terbaik untuk Na dan Na wajib menerimanya dengan ikhlas. Tapi sering kali 'hati' ini dihinggapi setan, sehingga Na sering didatangi oleh 'penyakit hati'. Tidak jarang Na merasa apa yang dikehendaki Allah tidak sesuai dengan kehendak atau keinginan Na. Ya Allah, maafkanlah hamba..

Sesungguhnya Na merasa hina sekali saat melihat 'kenyataan' yang harus Na jalani terasa pahit karena tidak sesuai dengan keinginan.. kehendak.. logika.. perasaan.. dan bumbu-bumbu lainnya, yang sebenarnya inilah yang membuat hati Na semakin 'mati'.

Na jadi berpikir, apakah semua orang mengetahui bahwa apa-apa yang terjadi dalam kehidupan ini tak pernah luput dari kehendak Allah? dan apakah mereka menerima akan kehendak Allah tersebut? bagaimana cara mereka menerimanya? dengan ikhlas-kah? dengan marah-marah-kah? atau dengan penuh tanya seperti saya sekarang??

Kehendak Allah turun kepada siapa saja tanpa terkecuali. Baik itu berupa kebaikan atau kemudharatan (keburukan). Tanpa pandang bulu, Allah langsung berkehendak. Bisa jadi seorang pemabuk berat dan penjudi adalah yang dikehendaki Allah untuk diberikan hidayah-Nya sehingga saat adzan ashar berkumandang, ada seseorang yang mengajaknya untuk datang ke masjid dan tanpa ba-bi-bu, ia pun ikut datang ke masjid bersamanya untuk shalat berjamaah dan tidak berapa lama setelah si pemabuk ini bertaubat, Allah berkehendak untuk bertemu dengannya sehingga ia wafat dalam keadaan husnul khatimah. Atau seseorang yang sangat alim dimana seluruh hidupnya ia gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, adalah yang dikehendaki Allah untuk dicabut hidayah-Nya darinya sehingga sengaja ia tidak menundukkan pandangan pada wanita yang bukan muhrimnya dan saat itu pula Allah berkehendak ada motor yang melintas didepannya sehingga ia wafat dalam keadaan suul khatimah. Na'udzubillah.. semoga Allah senantiasa melindungi kita dari perbuatan2 yang membuat-Nya murka..

Inilah yang ntah kenapa (atau tepatnya, kehendak Allah) terus menerus berada di dalam otak Na. Sampai sesak memikirkan hal ini. Bagaimana tidak sesak, semuanya adalah atas kehendak Allah, tidak ada campur tangan siapapun. Tak ada yang bisa menolak!

Masya Allah.. Masya Allah..

Apa yang Na tulis disini pun adalah kehendak Allah ya..
Baca Selengkapnya "yang dikehendaki Allah"

Label: , ,

Beberapa hari yang lalu, Na sempat menonton tayangan reality show disebuah saluran swasta. Kukira tayangan ini hanya seputar perbincangan masalah tertentu. Heung.. daripada rumit, Na sebut aja deh. Tepatnya apa yang Na tonton itu adalah acara Oprah winfrey's show. Biasanya acara ini membahas ribuan masalah yang dihadapi oleh manusia, baik itu manusia 'super' atau manusia 'biasa'. Sepertinya Na tertinggal beberapa episode, karena saat Na tonton acara itu, Bu Oprah bukan membahas masalah seperti biasa melainkan mengadakan acara reality yang bernama Oprah's Big Give (kalau ngga salah).

Acara reality ini mengajak para peserta lomba yang ikut untuk melaksanakan beberapa tugas dari Bu Oprah yaitu melakukan kebaikan untuk orang lain. Kebetulan saat Na menonton, tugas yang diberikan adalah membantu dua orang yang divonis hidupnya hanya tinggal beberapa bulan lagi dan mereka diminta untuk membahagiakan kedua orang tersebut dengan mengabulkan keinginan terbesar mereka sehingga mereka bisa... rest in peace...

Pasien pertama (anggap saja pasien ya) mengatakan bahwa ia sangat ingin memainkan piano didalam gedung pertunjukan yang sangat terkenal didaerah sana (aku lupa nama gedungnya apaan) karena si pasien ini adalah seorang pianis yang sudah mahir memainkan jari-jarinya selama 30 tahun, tetapi divonis menderita kanker (tidak disebutkan kanker apa) dan sisa hidupnya hanya tinggal 6 bulan lagi

Pasien kedua mengatakan.. eh lupa, yg bilang keinginan ini bukan si pasiennya melainkan adik si pasien. Adik pasien mengatakan bahwa Kakaknya sangat ingin melunasi hutang-hutang yang sudah menggunung karena dia banyak menghabiskan uangnya untuk berobat. Selain itu Kakaknya juga ingin memiliki mobil ford 4wd (apa 4fwd?? ah..ngga ngerti mobil saya..intinya ini mobil yang kedua ban dibelakangnya juga bisa diatur..). Namun karena Kakaknya divonis menderita kanker (ada limfoma di lehernya) dan dikatakan bahwa hidupnya juga tidak bisa lama lagi, akhirnya keinginan2 tersebut tinggal-lah menjadi keinginan yang takkan tercapai

Harusnya acara reality ini menyenangkan dan menghibur untuk ditonton. Tapi entah kenapa saat menontonnya, Na sampai harus 'muter'2 ini otak dan ikut berpikir..

' kalau yang divonis hidupnya akan sebentar lagi adalah saya.. what am i going to do???'

[ada yang mau ikutan 'muter' otak bersama saya? :D]


Baca Selengkapnya "big give"

Label: , , , ,


Ibu
oleh: Iwan Fals


Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah



Seperti udara... kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...ibu...ibu



Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas...ibu...ibu....



Seperti udara... kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...ibu...ibu


***


Baca Selengkapnya "Ibu"

Label: , ,


Perasaan ini kembali datang menghantuiku, padahal sudah lama sekali aku berusaha menguburnya hidup-hidup
Tapi, Allah sudah berkehendak. Ia menginginkan aku untuk merasakannya kembali

Masih terekam jelas akan peristiwa seorang anak kecil yang berdiam diri duduk di depan rumahnya, beberapa tahun yang silam
Kalau boleh di dramatisir, mungkin saat itulah si anak merasakan kehilangan 'kenangan manis' di masa kecilnya

' Tak ada yang mau menjadikan aku sebagai teman.. dan tak ada yang mau berteman denganku ', ucap lemah si anak

Mungkin ini adalah hal yang biasa terjadi pada anak-anak, apalagi dengan tingkah laku mereka yang masih tak bisa dianggap sebagai tindakan yang rasional karena mereka melakukannya hanya karena keinginan semata, tanpa dipikir-pikir apa akibatnya kelak.

Tapi apa yang menimpa pada anak kecil itu membekas di hatinya

Ya, semua teman-temannya menjauhinya hanya karena alasan yang tidak masuk akal jika dilihat dari mata orang dewasa.
Tak hanya sekedar menjauhi.. tapi benar-benar 'menjauhi'

Selama beberapa hari ia mencoba untuk bersikap sabar dan berusaha menyembunyikan keadaan 'ini' dari Ibunda tercinta

Sampai suatu saat, dimana si anak merasakan ketidaksanggupannya lagi untuk bersikap biasa saja dengan kondisi disekitarnya
Akhirnya dia tak berani melangkahkan kakinya ke dalam rumah
Hanya mampu duduk di bangku depan rumahnya sambil menatap dengan tatapan yang kosong

Sang Ibu yang mendapati anaknya duduk di bangku, spontan mendekati tanpa berkata apa-apa..

' Tak ada yang mau menjadikan aku sebagai teman.. dan tak ada yang mau berteman denganku ',

' aku tak mau sekolah lagi.. ' lanjutnya

Lalu Sang Ibu-pun tersenyum lembut sambil berkata,

" Tidak punya teman pun juga tak mengapa, jika engkau sudah memiliki Allah sebagai temanmu "

Bagi anak kecil yang masih berusia sepuluh tahun, kata-kata yang baru diucapkan oleh Ibundanya terlalu me-langit. Tapi ia berusaha memahaminya dan menyadari bahwa Ibunya tak ingin ia bersedih lebih lama.

===

Masya Allah..

Ya Allah, sungguh aku merasa lemah tanpa-Mu

Hanya kepada-Mu lah seharusnya kusandarkan hidup ini

Maafkan aku, Ya Allah..

Kumohon,

Kuatkanlah hati-ku yang lemah ini..
Baca Selengkapnya "kembali menunduk"

Label: , , , ,


Bismika allahumma ahya wa bismika amuut

Alhamdulillahilladzii ahyaa na ba'da ma amaa tana wa ilaihinnusyuur


Lagi2 aku menyepelekan hal yang 'biasa' padahal memiliki makna 'luar biasa' di dalamnya. Tentunya ada hubungannya dengan doa di atas (ingatkah dengan kedua doa ini?). Mungkin terlihat sepele, bahkan ada yang benar2 melupakannya.. tetapi, ternyata Allah menghendaki agar aku 'melek' lagi dengan kedua doa di atas. Dan inilah yang membuatku ingin membaginya bersama2 dengan kalian.. semoga bermanfaat, insya Allah

Saat Ramadhan lalu, aku sempat dikejutkan dengan beberapa surat dalam Al-Qur'an mengenai kejadian saat kita ditidurkan oleh Allah. Bagaimana ngga terkejut, kukira saat kita tidur itu.. ya kita 'blek' tidur gitu aja.. nothings happen.. tapi ternyata... Allah melakukan sesuatu terhadap kita saat kita tidak terjaga itu.

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan[*]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.

Subhanallah, saat membaca ayat ini spontan Na langsung merinding. Abis.. ga pernah menyangka bahwa saat aku tertidur pulas, Allah sedang memegang jiwaku/ruh. Aku membayangkan.. bagaimana kalau Allah tidak mengembalikan ruh itu saat dalam genggaman-Nya? kukira, untuk di 'kejar2' oleh Malaikat maut hanyalah saat kita terjaga saja.. tetapi nyatanya.. saat kita tertidur pulas-pun, juga di 'kejar2'.

Mungkin karna itulah disunnahkan membaca doa sebelum tidur. Mohon perlindungan dari Allah, karna dalam tidur-pun kita bisa mati atas kehendak Allah.

Nah, itu tentang tidur.. sekarang... tentang bangunnya nih..

Lagi2 na dibuat tercengang sekaligus malu karna masih saja menyepelekan hal biasa. Secara gitu, usia sudah dua puluh tiga. Tak mungkin bisa terhitung berapa kali aku terbangun dari tidur pulasku semenjak berada di dunia ini sampai detik ini. Anehnya, aku baru menyingkap kejadian luar biasa dibalik makna 'bangun' yang diberikan oleh Allah bagiku. Selama ini, aku masih merasa.. 'habis tertidur.. ya pasti bangun'. Padahal, kalau aku mau berpikir.. ternyata ketika bangun dari tidur, ada nikmat yang tak terduga dan suka dilupakan oleh kita (Ya Allah.. ampunilah kami..)

Pastinya, banyak diantara kita yang masih suka 'ngulet' dan nempel sama bantal disaat mata ini sudah di 'bangun' kan Allah.. Hayoooo.. ngakuuuuuu!!! (I..itu..itu saya sekali..). Biasanya saat adzan subuh berkumandang, Allah sudah membangunkan kita. Tetapi karena tidur merupakan saat dimana kita 'mati' dan tiba2 menjadi 'hidup', ada jeda waktu dimana kita harus segera beradaptasi. Heung.. ribet ya bahasanya..

Maksudku gini,
Berdasarkan pengalaman Na sendiri. Biasanya saat Na terbangun dari tidur pulas, mata Na itu ga bisa mengeluarkan reflek langsung melek dan sadar seketika. Sering banget merasa jetlag sama kondisi tidur (malah terkadang masih mengigau..ahahaha..). Mata masih merem melek, masih pengen glundungan kesana kemari, masih pengen nempel sama bantal.. padahal adzan sudah berkumandang. Sering (lagi) datang perasaan.. 'aaah..bentaar lagi..semenit aja..masih ngantuk nih..'. But suddenly, ketika melek.. " HUAAAAAAAAAA... KESIANGAAAN!!!! " Baru deh mau ga mau harus bangkit dari tempat tidur dan grabak-grubuk pergi ke kamar mandi untuk wudhu (waow... pede sekali ya saya.. mengumbar kejelekan sendiri disini.. TT___TT )

Nah, apa yang membuat Na ingin memperbaiki dari sikap tersebut yaitu saat dimana Na masih dalam kondisi 'jetlag' itu. Seharusnya, sebagai makhluk yang pandai bersyukur.. saat 'jetlag' itu adalah saat dimana Na menyadari bahwa Allah telah berbaik hati padaku karna masih mengizinkan aku untuk hidup dengan mengembalikan ruhku ke dalam jiwaku. Bukankah ini termasuk nikmat yang luar biasa? atau jangan2.. teman2 sudah menyadarinya sedangkan diriku yg hina ini baru menyadarinya sekarang ya.. hiks TT___TT

Karna itulah, saat kita terbangun dari tidur disunnahkan membaca doa bangun tidur.. kita berterimakasih pada Allah karna Allah telah membangunkan kita dari tidur.

Yak, segini aja deh postingan tentang bangun tidur kuterus mandii..tidak lupa menggosok gigi.. habis mandiii ku.. eh.. kok jadi nyanyi begini.. maksud saya, disudahi dulu postingan tentang bangun dan tidur. Semoga apa yg saya tulis disini tak sekedar hanya tulisan aja ya~ Mohon maaf karna banyak kekurangan dimana-mana, Na sarankan teman2 untuk mengintip artikel2 tentang keajaiban saat bangun dan tidur atau keutamaan2 doa tidur dan bangun tidur lainnya.

Bagi yg ingin tidur setelah membaca postingan ini, jangan lupa baca doa sebelum tidur.. Bagi yg ingin bangun setelah membaca postingan ini... eh.. masa dia baca tulisan saya sambil tidur sih.. ngaco ah..
Baca Selengkapnya "tidur dan bangun"

Label: , , , ,


Baru kali ini aku merasakannya..

Saat menyebut namamu dalam pintaku..

Tak ada rasa ragu didalamnya..

Karna hanya ini yang bisa kulakukan..


Ya, inilah kisah tentang kita

Allah tlah mempertemukan kita dengan menyembunyikan ribuan makna didalamnya

Pertemuan yang tak terlupakan dan takkan mudah diingat

Karna kita tak pernah menyadarinya


Rasanya hatiku telah terpaut

Tak mengapa jika tak bersahut

Karna keinginanku bukanlah perjumpaan di dunia ini

Melainkan pertemuan di akhirat nanti


Ingatkah saat kita dibuat tertawa dan menangis karna Allah ?

Itulah kenangan terindah bagiku

Cukup melihatmu tersenyum ikhlas membuat hati ku ringan

Pilu saat mengetahui hatimu terkoyak

Karna aku tak bisa berkata apa-apa


Aku menunggumu..

Masih menunggumu..

Dan tetap menunggumu walau bukan di dunia ini


Baru kali ini aku merasakannya..

Rasa cinta yang luar biasa

Semoga ini bukan karna nafsu belaka

Melainkan karna cinta Allah semata


Maafkan aku..

karna aku hanya mampu mengatakannya disini..

Izinkanlah aku untuk mengatakan,

Sungguh, aku benar-benar mencintaimu karena Allah


Semoga Allah senantiasa membalas cintaku dengan mencintaimu..


[ Yak, si itik mengumbar cinta lagi.. silakan diambil bagi yang mau.. jangan diambil kalau ga mau. Cinta seribu tigaa..seribu tigaa.. tak mengharap dunia tetapi menginginkan surga.. siapa mauu siapa mauu..]

Baca Selengkapnya "masih menunggu"

Label: , , , ,

Beberapa hari yang lalu, terjadilah suatu percakapan antara saya dan saudari saya yang sedang membahas hubungan penyakit dengan jilbab (kebetulan saya sempat mengintip blog seseorang yang membahas mengenai hal yang sama). Tiba2 saja, saya asik menyerocos tanpa berhenti dan nyambung2 kearah.. bagaimana cara memilih jilbab yang baik?

Setelah dipikir-pikir lagi, rasanya saya jadi ingin berbagi dengan temen2 (baik itu yang sudah berjilbab ataupun berkeinginan untuk memakainya -amiin ya Allah-), bagaimana cara memilih jilbab yang baik. Alhamdulillah.. saya sudah berjilbab selama berpuluh2 tahun (sampai sekarang, insya Allah) dan berbagai jenis jilbab sudah saya 'icip' hingga akhirnya saya menentukan.. yap.. this is the best jilbab for me, insya Allah.

Sebelum membaca lebih lanjut, perlu diketahui bahwa tulisan dibawah ini hanyalah hasil pemikiran saya saja ya.. sehingga ga menutup kemungkinan apa yang teman2 pikirkan jauh lebih baik dari pada hasil pemikiran saya ini :D

Yak, dimulai saja ya.. daripada Na makin ngomong ga jelas lagi.. (hehehhe..)

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Biasanya untuk para pemula (para akhwat yang belum berjilbab) memulai langkah mereka dengan menggunakan jilbab yang instan (baca: bergo). Hmm.. udah banyak kok contohnya. Ituloh, jilbab yang langsung pakai. Tinggal 'SET', masuk deh kepala dan menutupi aurat kita bagian kepala. Nah, dulu saya memulai langkah saya dengan bergo yang mini (yang hanya menutupi leher saya). Tentu ini bukanlah jilbab yang baik. Kenapa? soalnya, jilbab yang baik itu adalah jilbab yang menutupi dada.

"Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"
(QS: An-Nur:31)

Kalau memakai bergo yang hanya menutupi leher, tandanya kita belum memakai jilbab yang baik. Walaupun baru pemula, kurang baik menjadikan alasan "ah, aku kan baru mulai pake jilbab..masa dah pake yg gede2? masih ga betah nih..". Ow..ow.. daripada sama juga bolong kan lebih baik pakai yang gondrong (haaaa... apa sih naaaa~~ ). Maaf..maaf, maksud saya.. tidak sedikit akhwat pemula yang memakai bergo mini yang mengetahui bahwa sebenarnya jilbab yang ia gunakan belumlah sesuai perintah Allah. Jadi, daripada tetap memakai bergo mini karna merasa masih pemula, mengapa tak langsung yang memakai bergo yang panjangnya menutupi dada? kan seperti itu yang disayang Allah, insya Allah :D

Ada pengalaman aneh saya bersama si bergo mini ini. Karena terlalu pendek, saat saya lagi jalan tiba2 ada angin kencang menerpa saya dan membuat bergo saya 'lari' dari kepala saya. Beruntunglah ada abang saya yang berdiri disamping saya sehingga ia sigap menarik dan membetulkan bergo saya yang keluar sambil berkata..

" Makanya.. pake jilbab yang bener.. angin aja ampe gatel pengen nerbangin ini jilbab... "
[ahahaha..iya bang... pendek banget sih ya... T___T )

Nah, itu masalah panjangnya jilbab instan. Terserah teman2, mau pakai yang menutupi dada (eh, benar2 menutupi dada ya.. bukan cuma setengahnya ^^) atau mau pakai yang sampai menutupi perut atau bahkan sampai lutut (subhanallah, benar2 tertutupi secara sempurna deh!). Sekarang kita lanjut ke jilbab persegi. Ada yang tau? ituloh.. jilbab yang biasanya dipakai dengan peniti dan pentul dimana2 ^^

Kenapa dibilang jilbab persegi (jilbab segi empat), karna dilihat dari bentuknya yang persegi empat. Saya mulai memakai jilbab persegi saat duduk dibangku SMA. Biasanya jilbab persegi dipakai untuk acara2 formal (ke sekolah, kantor, kuliah..dsb). Nah, ga hanya si bergo aja yang punya banyak macamnya. Si jilbab persegi-pun juga begitu loh. Kalau di bergo ada bergo mini (yg hanya menutupi leher), di jilbab persegi ada jilbab gaul (yang jilbabnya dipuntir2 pada bagian leher). Saya pun pernah 'icip' akan jilbab gaul ini. Rasanya.. leher saya kaya kecekek.. sesek napas dan geli banget. Sudah gitu saya pun ga bebas bergerak karna seolah2 saya lagi menggunakan collar neck (alat untuk menyangga leher pada pasien yg mengalami patah leher).

Merasa ga nyaman pakai jilbab gaul, akhirnya saya pakai jilbab persegi dengan model biasa aja. Kalau kata Mamah, jilbab yang memakan banyak peniti (karna memang banyak butuh peniti ^^). But don't worry be happy, sekarang sudah ada jilbab persegi yang ngga pakai peniti. Jadi jilbabnya sudah dibentuk dengan manis sehingga kalau kita mau pakai tinggal masukkan saja kepala kita kedalamnya. Hampir mirip dengan bergo juga tapi biasanya ini lebih panjang ^^

Itu sekilas tentang bergo dan jilbab persegi. Sekarang mengenai bahannya. Jangan salah, untuk memakai jilbab yang baik, kita harus pandai juga dalam memilih bahannya loh. Ingat, bahan jilbab kita harus yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk tubuh. Karna kalau pake jilbab yang tipis, selain ini dilarang Allah.. membuat si angin juga gatel untuk menerbangkannya!! (hehehehe). Lalu jilbab yang tidak membentuk tubuh. Hmm.. apa ya nama bahannya, ada tuh.. tapi saya lupa. Bahannya seperti karet. Biasanya untuk bahan2 bergo. Jadi kalau ada bergo yang menutupi dada tetapi bahannya dari bahan ini, secara tidak sengaja bahan itu jadi membentuk badan kita (believe me.. aku pernah merasakannya T___T ).

Sebaiknya pilihlah bergo yang dari bahan kaos. Selain mudah menyerap keringat, ia ngga membentuk tubuh kita kok, insya Allah. (asal beli bergo-nya bukan yang sempit ya..kl ini mah sama aja bolong lagi dong..). Ada juga bergo yang berasal dari bahan bukan kaos, biasanya dipakai sama akhwat2 yang jilbabnya sudah lebar2 dan panjang ^^ Kalau untuk jilbab persegi, biasanya ia berasal dari bahan2 katun atau sejenisnya.

Oh iya, harap diingat. Tidaklah benar kalau ada akhwat yang memakai jilbab lalu jadi ketombean atau jadi bau rambutnya dan yang disalahkan adalah si jilbabnya. Jangan salahkan benda mati, salahkan diri kita sendiri. Tandanya kita masih belum pandai bagaimana memakai jilbab yang baik. Hal ini sering (banget) terjadi. Ada akhwat baru pakai jilbab lalu dia jadi ketombean..eh malah nyesel pake jilbab karna sebelum pake jilbab dia ga pernah ketombean. Atau ada akhwat baru berjilbab dan semenjak berjilbab jadi sakit2an sehingga banyak yg menyalahkan jilbabnya.

Astaghfirullah..

Allah SWT tidak akan meminta kita untuk menutupi aurat kita dengan jilbab jika dengan berjilbab akan merugikan diri kita sendiri.

Keringkanlah rambut terlebih dahulu jika kita baru selesai keramas, jangan memaksa kecuali dalam keadaan tersedak (eh..terdesak). Tidak sedikit akhwat yang malas mengeringkan rambutnya sehabis keramas (termasuk saya) dan langsung memakai jilbab untuk pergi dalam jangka waktu yang lama. Alhasil rambut yang masih basah ini bercampur dengan keringat kita. Inilah pencetus timbulnya ketombe, rambut bau atau yang lainnya. (see..bukan salah jilbabnya kaan..)
Kalau rambut sudah kering, rapihkan dan ikatlah rambut itu (bagi yg berambut panjang) tapi jangan terlalu kencang ya, supaya tidak membuat kepala kita menjadi sakit. Lalu, baru deh pake jilbabnya. Insya Allah kalau begini caranya, takkan ada lagi ketombe atau rambut bau (selama syarat dan ketentuan yang lainnya tetap dilaksanakan ya)

Itu untuk masalah penyakit yang berhubungan dengan rambut. Bagaimana dengan penyakit2 yang lainnya? ayo pelan2 ditelaah lebih lanjut.. benarkah si jilbab yang jadi penyebabnya?
Banyak yang bilang dengan berjilbab kita jadi terbungkus dan otak seperti kekurangan oksigen. Kalau terbungkus ya emang bener terbungkus, tapi kalau otak kekurangan oksigen? heung... saya ragu akan hal ini.

Sepahaman saya, oksigen dalam tubuh itu dibawa oleh darah. Jadi selama darah dalam tubuh kita masih mengalir dengan 'tenang' maka takkan ada istilah otak kekurangan oksigen karena kepala terbungkus lama oleh jilbab. Ada yang merasa sesak napas karena jilbab? lihat lagi, jilbab seperti apa yang kita pakai? jilbab yang 'nyekek' leher atau jilbab yg lebar? kalau jilbab yang 'nyekek' tentulah kita merasa sesak napas. Atau bisa lagi diintip, bagaimana cara kita memakai peniti dibagian leher. Terlalu ketat kah? Nah, kalau terlalu ketat, bukan salah jilbabnya.. tapi salah kita yang kurang pandai menggunakan jilbabnya ^^

Dan masih banyak lagi 'counterattack' dari saya jika ada yang mengatakan bahwa dengan berjilbab timbul banyak kerugian

Subhanallah, sungguh tidak ada kerugian dibalik makna jilbab ini.. semuanya adalah demi kebaikan kita sendiri..

Alhamdulillah.. akhirnya kesampean juga buat postingan tentang jilbab. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari postingan ini, Insya Allah. Mohon maaf dan maklum karna banyak kekurangan dimana2. Na anjurkan teman2 untuk mengintip Al-Qur'an dan hadits yang membahas mengenai kewajiban berjilbab dan keutamaan dalam berjilbab (eh, ada ngga ya??ahaha..kok jadi ngarang begini...)

Yuk, dipake jilbabnya.. sudah ditunggu2 tuh sama Allah ^___^
Baca Selengkapnya "pake jilbab yuk!"

Label: , , , ,

pernah dengar istilah..
you are what you eat
or.. you are what you read .. ??

Saat kuliah dulu, Na pernah mendengar kedua istilah diatas. Tepatnya, ada buku yang memiliki judul seperti diatas. Maksudnya apaan? kata bukunya sih, apa2 yang kita makan menandakan itulah kita (baca: pribadi diri sendiri). Contohnya, kita suka makanan junk food, serba instan dan cepat saji (lah, ini mah sami mawon atuh...). Hal ini menandakan bahwa kita adalah orang yg serba cepat saji (atau buru2). Maunya yg ga rumit, ringkas, simple (ah, lagi2 mengulang kata2 yang sama artinya...). Sama halnya dengan buku yg kita baca. Bisa ditebak seperti apakah orang yang menyukai buku2 komik cinta, novel2 percintaan dan hal yg lainnya..

Itu kalau dasarnya adalah makanan dan buku.. tapi kalau sholat?

He?? apa hubungannya sama sholat??

Selidik punya selidik, ternyata perilaku kita dalam sholat itu menggambarkan kehidupan sehari2 kita loh. Bingung?? samaaa.. yuk.. pelan2 kita telaah lebih dalam lagi..

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabuut: 21)

Pernah merasa dengar or inget sama ayat Al-Qur'an di atas? coba intip kata2 ini lagi ya..

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.

Jadikan kata2 ini sebagai landasan. Maksudnya??

Yap, ternyata dengan shalat itu kita bisa merubah akhlak kita. Allah SWT mengatakan bahwa shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Jadi otomatis, orang2 yang melakukan shalat itu pasti perbuatannya yang baik2. HEE... iyakah??? kok buktinya banyak yg ngga kaya gitu tuh??? buktinya saya (lagi2 sebuah pengakuan), saya masih sering melakukan perbuatan2 yang buruk (masih suka lalai dan malas2an kalau lagi beribadah T__T ). Kalau kata2 diatas adalah benar.. harusnya saya ga gini dong??

Nah, setelah sekian lama mencari jawaban dari pertanyaanku sendiri, akhirnya aku menemukannya. Dan ternyata, yang salah itu bukan orangnya.. melainkan cara orang itu melakukan shalat (baca: kualitas shalat) nya. Tidak sedikit orang yg melakukan shalat karna hanya ingin melakukan kewajiban dan rutinitas. Loh, emang ada alasan lainnya? woh.. ada dong! apa itu? yaitu merasa butuh. Butuh? Maksudnya??

hemm.. semakin banyak pertanyaan saya sendiri ya disini..

Dulu Na mengira bahwa shalat hanyalah sebagai salah satu rukun Islam. Kalau kita dah mengerjakannya, ya udah.. selesai. Dan pemikiran ini terus berlangsung berpuluh2 tahun sampai pada akhirnya Allah mempertemukan saya dengan salah seorang sahabat yang paham akan shalatnya. Dia pernah bertanya,

" Na.. kenapa kamu shalat? "

"ya karna dah kewajibannya?' [jawab saya dengan tampang bodoh]

" Hanya itu? "

" He?? emang ada lagi jawaban selain itu? " [jawab saya lagi dengan tampang makin bodoh]

" kalau lagi sholat, apa yang Na lakukan? "

" .... " [diam tak berkutik]

" .......... " [ masih diam semakin tak berkutik]

......

Percakapan kami berakhir saat sahabat saya itu menyadari bahwa saya shalat bukanlah karna butuh.. melainkan hanya karna kewajiban dan rutinitas saja. Sedikit demi sedikit, akhirnya mulai terungkaplah pengertian 'butuh' dalam shalat itu. Sahabatku menyebutkan bahwa butuhnya kita akan shalat itu sama seperti kita butuh oksigen untuk bernapas. Kenapa butuh bernapas? ya karna untuk hidup. Thats it.. kita seharusnya shalat dengan alasan butuh untuk hidup (karna orang yang sudah meninggal tak lagi shalat melainkan dishalatkan). Dan masih banyak lagi yang dapat digali dari alasan 'butuh' ini. Salah satu diantaranya yaitu, untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Allah.

Heung.. bahasanya jadi agak sulit begini ya.. maaf2.. saya coba dipermudah lagi..

Saat Na mengetahui bahwa alasan shalat tidak hanya sekedar menunaikan perintah Allah, Na berusaha memahami dan mempraktekkan alasan lainnya yaitu sebagai suatu kebutuhan. Jika dianalogikan shalat sama dengan oksigen, mau gak mau kita harus shalat terus kan? kalo ngga shalat nanti bisa mati dong. Pemikiran ini membuatku tergerak juga untuk mencoba melaksanakan shalat tepat lima waktu dan tidak menunda-nundanya (kalau telat tandanya kita bakal lebih cepat menghadapi kematian).

Apakah itu sudah lebih baik?? kalau masih bingung.. maafkan saya, cuma mampu segitu doang T__T

Itu tentang alasan shalatnya. Sekarang ada hal lain yang bisa merefleksikan kehidupan kita sehari2 lewat shalat kita. Apa itu? yaitu.. ya.. shalatnya sendiri. Maksudnya???

Jika kutanya.. " Sebenarnya, apa pada tau arti bacaan dalam shalat?? itu kita doa apa aja sih? "
Ngga usah malu menjawab 'saya tidak tahu', karna.. believe it or not.. saya pun baru mengetahui arti bacaan dalam shalat itu.. beberapa bulan yg lalu (Masya Allah.. Ya Allah.. Maafkan akuu T___T ). Ngga sedikit kok buku2 yang sudah beredar membahas tentang bacaan dalam shalat. Awalnya aku malu sekali.. karna aku baru tau arti bacaan2 dalam shalat.. tapi justru dengan malu itu aku jadi tergerak untuk mengetahuinya (hayo.. malu bertanya sesat selamanya loh... hati2..).

Ingatkan kata2 sahabat saya bahwa dalam shalat itu sebenarnya kita sedang berkomunikasi dengan Allah? nah, bisa dibayangkan kalau kita sibuk ngoceh (berdoa) dalam shalat tapi ngga tau apa artinya. Yang ada doa kita ngga nyampe karna kita sendiri ngga tau.. kita lagi berdoa apa.
Ada salah seorang sahabatku yang pernah mengikuti latihan shalat (heung..aku lupa nama pelatihannya apaan...) dimana setelah ia mengikuti pelatihan ini, dia menceritakan apa yg ia dapatkan selama pelatihan itu.

" Sebenarnya kl lagi sholat dan khusyu, ga mungkin sholat kita bisa ngebut "

" Eh? iya emang?? hubungannya apaan?? "

" Ya iyalah.. secara gitu.. bacaan kita dalam sholatkan bahasa arab sedangkan kita orang indonesia, kl orang ga mau khusyu dan sabar.. dia asal tancep aja bacaan itu..padahal ngga ngerti dia lagi ngomong apaan "

" .... bener juga ya"

" makanya mulai sekarang dicoba khusyu' saat sholat.. sabar.. pahami bacaan yg lagi kita baca. Kalo ini dah dilakuin.. ga adalagi yg namanya sholat deples (the flash a.k.a ngebut) "

Begitulah.. ternyata aku banyak melewatkan hal2 penting dalam hidupku. Sampai2 aku ga tau arti bacaan dalam shalatku (memalukan...). Semenjak itu sampai sekarang.. aku berusaha memahami arti bacaan2 dalam shalatku (walaupun masih belum bisa khusyu'2 amet.. ). Dan ini mau gak mau.. melatih kesabaran kita. Lewat kesabaran saat melaksanakan shalat-lah kita bisa belajar bersabar menjalani hidup. Insya Allah

Dari shalat-pun kita juga bisa belajar tidak sombong, belajar bersih dan rapi, belajar merasa takut akan siksa, belajar menangis.. wah.. masih banyak deh rahasia dalam shalat yang sebenarnya mempunyai efek luar biasa bagi kehidupan sehari2 kita.

Yuk.. bareng2 kita perbaikin shalat kita. Ingat, shalat adalah amalan pertama yang akan ditanyakan di akhirat nanti loh.. jadi.. be careful~~

Semoga postingan ini tak sekedar postingan biasa.. semoga ada hikmah yang bisa diambil darinya (amiin ya Allah). Oh iya, sangat amat kusarankan supaya teman2 ngintip Al-Qur'an dan hadits2 mengenai keutamaan shalat. Soalnya dalam postingan ini banyak kekurangan dimana-mana.. mohon maaf dan dimaklumi yaaaa..

Hmm.. kalau ada orang yang shalatnya sampai luamaaa banget.. trus sampe nangis2.. Subhanallah.. mungkin orang itu benar2 khusyu' dan berdoa untuk semua orang ya.. baik sekali dia..

Baca Selengkapnya "you are what you pray"